AS akan Pulihkan Jumlah Staf Diplomatik di Kedutaan-kedutaan Besar di Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat akan mengembalikan personel diplomatik ke kedutaan-kedutaan besar di Timur Tengah setelah sebelumnya menariknya akibat perang melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari. Menurut laporan Reuters, perwakilan AS di Israel, Yordania, dan Oman diperkirakan akan kembali beroperasi dengan jumlah staf penuh. Sementara itu, jumlah staf di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Lebanon akan dibatasi hingga 85 persen, sementara di Irak, Kuwait, dan Bahrain dibatasi hingga 75 persen. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan kebijakan luar negeri AS sambil menjaga keselamatan personel. Beberapa perwakilan AS di kawasan Teluk pernah menjadi sasaran serangan Iran, termasuk kedutaan besar di Kuwait yang sempat ditutup sementara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 00.26
Upaya Pemulihan Keamanan Timur Tengah, Kepala Militer Pakistan Kunjungi Teheran
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.16
Iran Ejek Operasi Ekonomi Terbaru Trump: Skenario Daur Ulang!
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.38
Trump Klaim Selat Hormuz Sudah Bersih dari Ranjau
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 07.42
Netanyahu Klaim Iran Berusaha Bunuh Anaknya di Tengah Perang dengan AS
Berita terkait
Bersiap Mengebom Iran Besar-besaran, AS Desak Warganya Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 07.58
Iran Kirim Ultimatum ke AS, Arab Saudi dan UEA Siap Dibuat Menderita
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.40
Jenderal Iran: Negara Mana Pun yang Jadi Tameng AS Akan Terbakar dalam Kobaran Api Perang!
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 05.41
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27