Jebakan Regresif Kuliah Gratis: Menuju Perguruan Tinggi Berkeadilan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan bebas biaya kuliah di PTN dengan subsidi Rp93,74 triliun per tahun untuk 2,83 juta mahasiswa. Namun, kebijakan ini berpotensi regresif karena tidak memperhatikan ketimpangan ekonomi. Data APK Perguruan Tinggi menunjukkan kelompok kuintil teratas (Q5) mencapai 55,37% partisipasi, sementara kuintil terendah (Q1) hanya 17,30%. Ini berarti anak keluarga mampu 3,2 kali lipat lebih besar masuk PTN. Pengalaman sekolah gratis 2010-2011 menunjukkan penurunan mutu pendidikan dan dampak buruk pada sekolah swasta. Menghapus UKT tidak menghapus ketimpangan karena masih ada hambatan non-biaya seperti biaya hidup, opportunity cost, dan disparitas mutu sekolah asal.
Bagikan
Berita terkait
Penghapusan UKT PTN dan Menjaga Eksistensi PTS
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 19.51
Waka Komisi X Ingatkan PTN Gratis Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 22.31
Gaji PM Singapura Lawrence Wong akan Naik Jadi S$3,6 Juta, Tertinggi di Dunia
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.48
Ketum PP Muhammadiyah Minta Mahasiswa tak Minder Kuliah di Kampus Swasta
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 13.15