Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jelang Muktamar NU 2026, Ketum PBNU Minta Peserta Tidak Terprovokasi Isu Restu dan Gertakan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memastikan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU akan digelar pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Pernyataan ini disampaikan Gus Yahya saat melakukan kunjungan kerja di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (21/8/2026). Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis dan agenda utama telah disiapkan oleh panitia penyelenggara, dan mengimbau seluruh pihak serta warga Nahdliyin untuk mendukung kelancaran acara lima tahunan tersebut. Ia juga memohon doa restu dari seluruh lapisan masyarakat agar Muktamar NU dapat berjalan dengan aman dan lancar. Menanggapi maraknya klaim politik dan manuver tertentu menjelang pembukaan acara, Gus Yahya meminta para peserta maupun pengurus daerah (PWNU dan PCNU) untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh. Menurutnya, narasi-narative yang mengklaim menggunakan instruksi atau restu tertentu sengaja dihembuskan untuk menimbulkan kekhawatiran dan hanya merupakan gertakan psikologis semata. Gus Yahya menegaskan bahwa klaim semacam itu tidak memiliki dasar yang jelas dan hanya bertujuan untuk menciptakan ketegangan. Muktamar NU merupakan forum tertinggi dalam struktur Nahdlatul Ulama yang menjadi arena krusial bagi para ulama dan pimpinan daerah untuk mengevaluasi kinerja serta merumuskan arah kebijakan dan agenda strategis organisasi pada masa depan. Dengan pelaksanaan yang sudah siap dan imbauan untuk menjaga kekondusifan, PBNU berupaya memastikan bahwa Muktamar ke-35 dapat memberikan kontribusi positif bagi arah pengembangan organisasi.

Berita terkait