Jepang Siapkan Misi Ambisius ke Bulan Mars, Incar Sampel untuk Ungkap Asal-usul Tata Surya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jepang melalui JAXA mempersiapkan misi Martian Moons eXploration (MMX) yang dijadwalkan meluncur dari Tanegashima dalam beberapa bulan mendatang. Wahana akan mengorbit Mars sekitar tiga tahun, mendarat di Phobos untuk mengumpulkan minimal 10 gram material permukaan dengan bantuan rover IDEFIX, serta mengamati Deimos dari jarak dekat. Kapsul pengembalian sampel diperkirakan mendarat di gurun Australia sekitar 2031. Misi ini melibatkan kolaborasi internasional dengan CNES (Prancis), DLR (Jerman), NASA, ESA, serta puluhan universitas dan perusahaan teknologi.
Tujuan utama MMX adalah menguji dua teori asal-usul Phobos dan Deimos: giant impact (benturan benda besar dengan Mars) versus capture (asteroid tertangkap gravitasi). Sampel Phobos diharapkan mengandung material purba Tata Surya yang bisa mengungkap keberadaan air, zat volatil, dan senyawa organik relevan bagi munculnya kehidupan di planet berbatu seperti Bumi. Selain ilmiah, MMX menguji teknologi penerbangan jauh dan pendaratan gravitasi rendah untuk mendukung misi berawak ke Mars di masa depan. Jepang memanfaatkan pengalaman Hayabusa2 yang berhasil mengembalikan sampel asteroid Ryugu 2020. China juga merencanakan misi Tianwen-3 pengambilan sampel Mars peluncuran ~2028, menambah dinamika persaingan eksplorasi Mars.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.59
Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars
Berita terkait
Dubes Palestina-Belanda Apresiasi Perjalanan Indonesia di Usia ke-81 Kemerdekaan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 17.07
Rentetan Gempa di Ring of Fire Dalam 2 Bulan: Kolombia, Jepang, hingga RI
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.44
Perusahaan Jepang Hati-Hati Gunakan AI, Ada Faktor Tak Terduga
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.11
Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 04.00