Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi Jepang (JMA) menilai erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (7/9/2026) tidak menyebabkan tsunami di wilayah Indonesia. Erupsi mengeluarkan abu setinggi 15 kilometer, namun tidak ada perubahan permukaan laut signifikan yang teramati di Jepang atau luar negeri. JMA awalnya memantau dampak erupsi dengan mempertimbangkan letusan Tonga Januari 2022, namun menyimpulkan erupsi Anak Krakatau tidak mampu memicu tsunami. Buletin Pemantauan Abu Vulkanik Darwin mencatat abu mencapai level penerbangan 500 (15,2 km), dengan awan abu bagian atas mengarah barat dan lapisan bawah dari selatan hingga tenggara. Anak Krakatau tetap pada Level III, dengan larangan warga, nelayan, dan pengunjung mendekati zona bahaya tiga kilometer.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.11
Pakar Ungkap Kapan Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berhenti
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 08.00
Erupsi Anak Krakatau Siaga III, Profesor BRIN Ingatkan Bahaya Tsunami Tanpa Gempa
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 07.52
Fakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga 8 Bandara Ditutup
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15
Erupsi Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
Berita terkait
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.05
Anak Krakatau Kembali Bergejolak, Menkes Minta Warga Lakukan Ini
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 06.48
Ramai-ramai Media Asing Sorot Anak Krakatau Erupsi, Katakan Ini
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 06.15
Sampai Mana Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar? Ini Kata BMKG
Detik.com · 7 September 2026 pukul 05.31