Erupsi Anak Krakatau Siaga III, Profesor BRIN Ingatkan Bahaya Tsunami Tanpa Gempa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga) sejak 4 September 2026. Letusan Strombolian ini menyebabkan abu vulkanik menyebar luas. Profesor BRIN Erma Yulihastin menyoroti pentingnya sensor tsunami di Selat Sunda untuk mendeteksi ancaman tsunami akibat longsoran. Tsunami 2018 tidak disebabkan gempa, melainkan longsoran tubuh gunung. Badan Geologi ESDM menegaskan tidak ada indikasi tsunami saat ini. Masyarakat dilarang mendekat radius 3 km kawah aktif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 17.45
Anak Krakatau Berubah Bentuk, Ahli Ingatkan Bahaya Lontaran Vulkanik
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.27
Kepala Badan Geologi: Dentuman Jabar Diduga Berkaitan Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 15.14
Badan Geologi Ungkap Bahaya Erupsi Anak Krakatau: Material Pijar-Gas Vulkanik
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.09
Jawaban Badan Geologi soal Potensi Tsunami Erupsi Berulang Anak Krakatau
Berita terkait
Erupsi Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Fakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau: Tak Berpotensi Tsunami
kumparan · 6 September 2026 pukul 08.00
Update Kondisi Kubah Lava Anak Krakatau Pascatsunami 2018-Erupsi Terus
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.15