Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

JIAT Bantu Petani Banjar Amankan Pasokan Air di Tengah Ancaman El Nino

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, untuk mengamankan pasokan air pertanian di tengah ancaman El Nino. Infrastruktur ini memanfaatkan air tanah melalui sumur bor dan pompa, memastikan petani tetap memiliki sumber air saat curah hujan menurun. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan JIAT sebagai langkah strategis menjamin ketersediaan air dan mendongkrak produktivitas pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pembangunan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin di dua lokasi. Di Desa Bawahan Seberang, Kecamatan Mataraman, jaringan sepanjang 1 kilometer mengairi 10,71 hektare lahan dengan sumur kedalaman 100 meter dan debit 3 liter per detik. Di Desa Bawahan Selan, jaringan 760 meter melayani 13,30 hektare dengan sumur 126 meter dan debit serupa. Kedua sistem menggunakan listrik sebagai daya utama dan genset sebagai cadangan.

Ketua Gapoktan setempat, Waluyo, menyambut antusias infrastruktur ini karena diharapkan memungkinkan tanam padi dua hingga tiga kali setahun, meningkat dari sebelumnya hanya sekali. Selain irigasi, JIAT juga menyediakan air baku untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Langkah ini selaras dengan Visi PU608 yang mengutamakan infrastruktur berorientasi manfaat nyata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait