Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kabinet Disebut Gemuk, Prabowo Bilang Negara Besar Tak Bisa Dipimpin Satu Partai

Presiden Prabowo Subianto membela besarnya kabinet pemerintahannya yang sempat dikritik sebagai terlalu gemuk. Dalam penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 di Jombang, Jawa Timur, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia yang diproyeksikan akan berpenduduk sekitar 300 juta jiwa membutuhkan pemerintahan yang stabil melalui koalisi, bukan dipimpin oleh satu partai semata. Menurutnya, demokrasi mengharuskan pemerintah membangun koalisi untuk memimpin dan mengurus negara yang besar. Kabinet pemerintahannya didukung oleh tujuh dari delapan partai di parlemen. Prabowo juga membandingkan dengan Timor Leste yang berpenduduk sekitar 1,1 juta jiwa namun memiliki 28 anggota kabinet, namun menegaskan bahwa ukuran kabinet bukan satu-satunya indikator efisiensi pemerintahan. Sebagai langkah penghematan, pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi atau berkinerja buruk, dengan penghematan sekitar Rp50 triliun. Pemerintah berencana menutup setidaknya 700 BUMN lagi hingga akhir 2026 dan berharap dapat menghemat hingga Rp100 triliun dari biaya rutin, termasuk pembayaran direksi dan komisaris.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait