Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai mengganggu operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Singkawang dan Bandara Internasional Supadio Pontianak. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa jarak pandang menjadi faktor krusial dalam keselamatan penerbangan. Jika jarak pandang di bawah batas operasional, maskapai wajib menunda, mengalihkan, atau membatalkan penerbangan. Kemenhub terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan dilayani dengan pengembalian dana penuh atau perubahan jadwal gratis hingga tujuh hari ke depan.

Pemerintah turun langsung mengatasi kondisi ini. Presiden Prabowo Subianto terbang ke Kalimantan untuk memimpin operasi pemadaman karhutla, dengan pembagian peran kepada petinggi TNI dan Polri ke empat provinsi terdampak. Kemenhut mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk memadamkan karhutla, sementara TNI AU menggunakan pesawat CASA A-2117 untuk Operasi Modifikasi Cuaca guna mengendalikan asap. BPBD Kotim mencatat 1.394 hektare lahan terbakar dan 6.139 hotspot hingga Agustus 2026, dengan penanganan terhambat akibat lokasi jauh dan krisis air.

Di tingkat internasional, Malaysia mendesak ASEAN untuk memperkuat pencegahan kabut asap lintas batas setelah 11 wilayah mencatat kualitas udara tidak sehat, termasuk API Serian yang mencapai 190. Kepolisian juga berhasil menangkap beberapa tersangka yang diduga terlibat atau menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Pemerintah juga menetapkan satgas darat sebagai ujung tombak penanganan karhutla di enam provinsi prioritas dan mencabut permanen peraturan daerah yang mengizinkan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait