Kadin: Kelangkaan BBM Bikin Biaya Operasional Membengkak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kadin Indonesia menyatakan kelangkaan BBM di beberapa daerah menjadi persoalan mendesak yang mengancam ekonomi. Wakil Ketua Umum Kadin, Erwin Aksa, menekankan bahwa meskipun stok nasional cukup, ketersediaan di SPBU dan lokasi pasokan menjadi krusial. Dampaknya merambat ke sektor transportasi, logistik, pertanian, perikanan, konstruksi, hingga UMKM. Antrean panjang di SPBU dan keharusan mencari BBM ke lokasi jauh meningkatkan biaya operasional, memperpanjang waktu pengiriman, dan menurunkan produktivitas. Kadin meminta pemerintah tidak hanya melihat data stok agregat nasional, tetapi juga ketahanan stok hingga tingkat kabupaten/kota dan SPBU. Contoh gangguan di jalur Situbondo–Bondowoso dan Pemkab Majene menunjukkan distribusi yang lambat meski stok tersedia di terminal. Untuk mengatasi, Kadin mengusulkan lima poin perbaikan dengan penekanan pada kepastian pasokan sebagai infrastruktur dasar ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 17.33
Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ditarget mulai beroperasi pada November 2026
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 01.00
Investasi Jakarta Tembus Rp 173,6 Triliun hingga Triwulan II 2026
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 17.31
Saleh Husin Optimistis Suahasil Dengarkan Dunia Usaha dalam Kebijakan Fiskal
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 12.21
Bima Arya Sentil Kepala Daerah, Target Ekonomi 8 Persen Bisa Ambyar Jika Cuma Andalkan Belanja
Berita terkait
Pulihkan Pasokan BBM, IESR Rekomendasikan 4 Langkah Ini
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.16
Kelangkaan BBM di Sulsel Picu WFH, Antrean di SPBU, hingga Baku Hantam
kumparan · 14 September 2026 pukul 06.34
James Riady: Indonesia Tak Kekurangan Destinasi, tapi Kemampuan Mengubah Potensi Menjadi Devisa
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 20.48
James Riady: Indonesia Bukan Kekurangan Destinasi Wisata, tetapi Perlu Konversi Potensi Jadi Ekonomi
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.50