Kantongi Margin 7%, Neraca Keuangan Bulog Bisa Balik Positif Rp1,14 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perum Bulog memproyeksikan neraca keuangan positif sebesar Rp1,14 triliun pada akhir tahun 2026, didukung oleh perubahan skema margin dari Rp50 per kg menjadi 7% atau sekitar Rp970 per kg. Persetujuan dilakukan oleh pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa peningkatan margin ini akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Perubahan margin ini diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbanas) Nomor 3 Tahun 2026, yang mengganti Perbanas Nomor 7 Tahun 2025. Mekanisme baru menetapkan margin berdasarkan persentase dari kuantum pengadaan CBP, bertujuan meningkatkan efektivitas Bulog dalam menjaga stok, stabilisasi harga, dan perlindungan petani.
Sebagai tindak lanjut, Bulog akan meningkatkan anggaran operasional pemeliharaan gudang mulai September 2026, termasuk kenaikan biaya operasional untuk kepala gudang hingga dua kali lipat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas beras yang disimpan di gudang-gudang Bulog sesuai standar pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.50
Bulog Pede Serapan Beras Lokal Tembus 4 Juta Ton di September 2026
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 16.45
Bulog Gandeng Penggilingan Padi Jaga Kualitas Beras Nasional
Berita terkait
Indonesia Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia Senilai Rp3,39 Triliun
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 08.24
Bantuan Pangan Rp 75 M Meluncur buat Warga Terdampak Gempa di NTT
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.30
10-12 Gudang Bulog Terdampak Gempa Bumi di NTT, Distribusi Beras Tetap Aman
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.41
Menjelang HUT ke-81 RI, Indonesia Teken MoU Ekspor Beras ke Malaysia
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.25