Kapal Penyeberangan Bawean Tak Beroperasi, Warga Desak Kapal Bisa Hadapi Gelombang 2 Meter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Operasional kapal penyeberangan Bawean-Gresik terhenti akibat gelombang tinggi hingga mencapai dua meter, menyebabkan mobilitas warga terganggu. Beberapa organisasi masyarakat seperti Pemuda Bawean Gresik, Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya, Persatuan Saudagar Bawean, dan Kerukunan Warga Bawean Gresik menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar menyediakan solusi transportasi permanen yang tetap beroperasi meski kondisi cuaca ekstrem. Audiensi dilakukan bersama pimpinan DPRD Gresik dan Komisi III pada Rabu, 6 Agustus. Menurut Ketua Umum PBG Ramli Salim, penghentian operasional kapal tidak hanya mempengaruhi mobilitas, tetapi juga berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dan pelayanan kesehatan warga pulau. Masyarakat memohon agar transportasi tetap tersedia saat cuaca buruk dan memastikan ketersediaan armada yang cukup untuk menangani lonjakan penumpang.
Bagikan
Berita terkait
Tugboat Tenggelam di Bawean, 8 ABK Hilang Dicari SAR Surabaya
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 17.37
Ngerinya Kereta Jatuh ke Jurang gegara Terlalu Ngebut
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.02
KAI Impor KRL Bekas dari Jepang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.46
Properti-Investasi Kawasan Transit, Jalan MRT Jakarta Menjemput Kemandirian
kumparan · 27 September 2026 pukul 16.00