Kapal Penyeberangan Bawean Tak Beroperasi, Warga Desak Kapal Bisa Hadapi Gelombang 2 Meter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Operasional kapal penyeberangan Bawean-Gresik terhenti akibat gelombang tinggi hingga mencapai dua meter, menyebabkan mobilitas warga terganggu. Beberapa organisasi masyarakat seperti Pemuda Bawean Gresik, Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya, Persatuan Saudagar Bawean, dan Kerukunan Warga Bawean Gresik menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar menyediakan solusi transportasi permanen yang tetap beroperasi meski kondisi cuaca ekstrem. Audiensi dilakukan bersama pimpinan DPRD Gresik dan Komisi III pada Rabu, 6 Agustus. Menurut Ketua Umum PBG Ramli Salim, penghentian operasional kapal tidak hanya mempengaruhi mobilitas, tetapi juga berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dan pelayanan kesehatan warga pulau. Masyarakat memohon agar transportasi tetap tersedia saat cuaca buruk dan memastikan ketersediaan armada yang cukup untuk menangani lonjakan penumpang.
Bagikan
Berita terkait
Cetak Rekor, Kereta Maglev China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik!
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.40
Info Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Senin (17/8), Cek!
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.41
Unik, Lomba Tarik Bus Meriahkan HUT 81 RI di Terminal Kalideres Jakbar
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 21.43
Naik 15%, Penumpang Whoosh Tembus 23 Ribu per Hari di Libur Panjang HUT RI
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 18.00