Karhutla di Sumsel Melonjak, Luas Lahan Terbakar Tembus 1.926 Hektare
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kehutanan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui analisis citra satelit mencatat bahwa karhutla di Sumatera Selatan selama Januari hingga Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare. Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebutkan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin memiliki luas karhutla terbesar, yakni 228 hektare, diikuti oleh Ogan Ilir seluas 272,5 hektare dan Ogan Komering Ilir seluas 230,3 hektare. Kebakaran tidak hanya terjadi di lahan gambut tetapi juga di lahan mineral, dengan cuaca kering selama musim kemarau meningkatkan risiko.
Dibandingkan dengan tahun 2025, di mana luas karhutla pada periode yang sama adalah 1.382,4 hektare, terjadi peningkatan sekitar 543,8 hektare pada tahun 2026. Peningkatan ini menjadi peringatan bagi seluruh daerah di Sumatera Selatan untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla. Pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran tidak meluas pada puncak musim kemarau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.07
FOTO: Karhutla di Palembang Capai Pemukiman Warga
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.07
FOTO: Karhutla di Palembang Capai Permukiman Warga
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 19.55
Karhutla 2 Hektare di Desa Apung, Ditsamapta Polda Kaltara Turunkan 35 Personel
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.02
Polres Banyuasin Gandeng Warga dan Perusahaan Cegah Karhutla
Berita terkait
Akibat Karhutla, Udara di Kalimantan dan Sumsel Dikategorikan Tidak Sehat dan Berbahaya
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.00
FOTO: Habitat Gajah Sumatra Terancam Kebakaran Hutan di Padang Sugihan
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.35
BNPB Beber Data Karhutla 6 Provinsi, Sumsel Terparah Capai 531 Hektare
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 05.55
Pemerintah Salurkan Banpres untuk Tangani Karhutla, Menhut Tekankan Transparansi
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 21.49