Kasus Keracunan MBG di Semarang, Dinkes Temukan Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan dugaan pelanggaran prosedur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ratusan siswa SMKN 6 Semarang mengalami gejala keracunan. Kepala Dinkes Semarang, Abdul Hakam, mengungkapkan bahwa satuan pelayanan pemenuhan gizi yang memasok makanan ke sekolah tersebut baru memenuhi tiga dari 19 standar operasional prosedur yang dipersyaratkan, yaitu distribusi, pemberian makan kepada siswa, dan bahan baku. Selain itu, pemeriksaan awal menunjukkan bahwa makanan untuk siswa telah dimasak sejak pukul 21.00 WIB, beberapa jam sebelum didistribusikan, dan temuan ini menjadi fokus penyelidikan bersama dugaan kontaminasi menu.
Penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan. Sampel makanan yang dicurigai, termasuk rendang, daun singkong, dan telur puyuh, sedang menjalani pemeriksaan kultur bakteri di laboratorium, yang membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa yang mengalami gejala, sekitar 49 persen mengarah pada menu rendang, sekitar 40 persen pada telur puyuh, dan sisanya pada daun singkong.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.50
Sudaryono Copot Kepala SPPG di Papua Buntut Kasus Keracunan MBG
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.35
Bos BGN Minta MBG Jangan Dibawa Pulang-Dihabiskan di Sekolah, Kenapa?
Berita terkait
Resmi Berlaku! MBG Wajib Habis Maksimal 4 Jam dan Dilarang Dibawa Pulang
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.30
SPPG Pakisrejo Tulungagung Baru Ajukan SLHS 4 Hari Setelah Dugaan Keracunan MBG
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.35
Bukan Cuma Belum Punya SLHS, Dinkes Temukan SOP Dapur MBG di Tulungagung Bermasalah
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 11.36
Waka Komisi IX DPR Dorong BGN Investigasi Buntut Kasus Keracunan MBG
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 06.52