Kebakaran Hutan Terbesar Landa Belgia, Bantuan Eropa Berdatangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan terbesar dalam satu abad terakhir di Belgia telah melahap sekitar 3.000 hektar kawasan alam lindung High Fens dekat perbatasan Jerman sejak Jumat (14/08). Api yang menyebar di lahan gambut, hutan pinus, dan jalur pendakian ini dikuasai oleh sekitar 500 petugas pemadam. Hujan turun pada Senin (16/08) membantu memperlambat penyebaran, dan menurut juru bicara krisis Tony Hosmans, api kini sudah tidak menuju perbatasan Jerman serta dapat dikendalikan di titik-titik intervensi, meski belum sepenuhnya padam.
Medan berat — semak belukar, rawa gambut, dan jalur kayu ditinggikan — menghambat operasi darat. Kendaraan berat berisiko terperosok, sehingga operasi udara jadi andalan utama. Dua pesawat pengebom air dari Swedia, dua helikopter Chinook Belanda, dua helikopter Belgia, dua helikopter Bundeswehr Jerman, dan dua helikopter Norwegia turut dikerahkan. Petani setempat juga membantu mengangkut air dengan traktor. Sekitar 600 warga di Waimes, Sourbrodt, dan Buetgenbach dievakuasi, serta 30 warga di Monschau, Jerman, sebagai pencegahan. Asap terdeteksi hingga Prancis timur.
Kebakaran ini bagian dari gelombang kebakaran yang melanda Prancis, Yunani, Portugal, dan Spanyol. Belgia baru mengalami panas ekstrem 37°C. Para ilmuwan dan Komisioner Eropa Hadja Lahbib mengaitkan insiden ini dengan perubahan iklim, menegaskan musim kebakaran semakin awal dan menjauh ke utara. Kawasan High Fens pernah terbakar besar pada 1911 saat kekeringan serupa.
Bagikan
Berita terkait
Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalbar, Tarik Pulang Pasukan
kumparan · 30 September 2026 pukul 09.43
Hasil 'Pemeriksaan Kesehatan' Planet Sebut Warga Bumi Langgar Batas
Detik.com · 23 September 2026 pukul 19.00
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Pakar ITB Ungkap Bahaya Gambut Kering
Detik.com · 11 September 2026 pukul 07.45
3 Helikopter Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 19.25