Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pembangunan Jalan Tol Harus Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat kebijakan Agus Pambagio menyatakan pembangunan jalan tol harus berkelanjutan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%. Jalan tol bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi meningkatkan konektivitas nasional, mobilitas, dan logistik yang mendukung ekonomi. Data Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menunjukkan 54% BUJT profitabilitas negatif, 37% belum profit, hanya 9% positif. Tantangan investasi besar dengan pengembalian jangka panjang. Agus menekankan peran swasta kunci, butuh kepastian kebijakan, tarif proporsional, dan ekosistem terintegrasi. Pembangunan harus mencakup pemeliharaan, pengendalian ODOL, dan standar pelayanan yang konsisten.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Luhut Ungkap Fakta Pahit! Sebut Era AI Bikin Upah Buruh Murah Tak Lagi Laku Jadi Magnet Investasi
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.30
Pembangunan Infrastruktur Tol Berkelanjutan Jadi Penggerak Pembangunan
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.15
DPR Panggil Purbaya, Bos BI, OJK hingga Danantara, Ini Bahasannya!
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 09.05
Pembangunan Jalan Tol Terlambat, Pengamat: Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Berita terkait
RI Sudah Punya Jaringan Tol 3.100 Km, Total Investasi Tembus Rp 779 T
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.07
Pramono Tawarkan Proyek Rp 115 T di Jakarta ke Investor, Jamin Akan Cuan
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 11.39
Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini Progresnya
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 21.30
Purbaya Minta Dampak FTA Dianalisis, Petakan Sektor Lemah dan Industri Berprospek
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.00