Pembangunan Jalan Tol Terlambat, Pengamat: Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keterlambatan pembangunan jalan tol dapat menghambat target pertumbuhan ekonomi nasional 8%. Infrastruktur tol penting untuk konektivitas, logistik, dan distribusi barang. Pengamat Agus Pambagio menyatakan jalan tol mempercepat mobilitas orang dan barang serta menekan biaya distribusi. Setiap keterlambatan selesai konstruksi, semakin lama manfaat ekonomi tertinggi. Jalan tol membuka akses ke pusat pertumbuhan ekonomi, menghubungkan produksi dengan pasar, serta menciptakan investasi dan lapangan kerja. Namun, investasi jalan tol menghadapi tantangan besar dengan modal tinggi dan pengembalian lama. Dari 39 BUJT, 54% profitabilitas operasi negatif, 37% belum untung, hanya 9% arus kas positif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 21.00
GREAT Institute Pertahankan Proyeksi Ekonomi 2026 hingga 5,6%, Investasi Jadi Kunci Semester II
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 19.48
BNPP RI Bahas Koridor Distribusi BBM Indonesia–Papua Nugini melalui PLBN Yetetkun
ANTARA News · 30 Agustus 2026 pukul 17.52
GREAT Institute proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di 5,3-5,6 persen
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 17.30
Kiai Ponpes di Kebumen Puji Infrastruktur Era Jokowi: Mudik Lebaran Kini Tak Macet Parah
Berita terkait
Road Tour ke Bali Makin Asyik, Tol Baru di Jatim Sebentar Lagi Dibuka!
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 21.00
Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini Progresnya
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 21.30
Ini Tol Baru di Jawa Timur Sebentar Lagi Dibuka, ke Bali Secepat Kilat
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 20.45
ATI Dorong Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 01.13