Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kekeringan Ancam 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang masuk kategori waspada kekeringan karena curah hujan sangat rendah. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meminta seluruh camat meningkatkan kewaspadaan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kedua belas kecamatan itu adalah Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga. Wilayah bagian utara Kabupaten Tangerang ditandai warna cokelat pada peta prakiraan curah hujan BMKG, menunjukkan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026. BMKG akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan.

Bupati meminta camat segera mengantisipasi dampak seperti kekurangan air bersih, meningkatnya debu, dan potensi keretakan tanah yang bisa memicu bencana saat hujan kembali turun. Untuk penanganan kekurangan air bersih, disiapkan Surat Keputusan Bupati tentang penanganan dampak El Nino. BPBD menjadi koordinator di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM, Pertamina, serta instansi terkait agar distribusi air bersih berjalan baik. Camat diminta melaporkan kondisi wilayah kepada BPBD jika terjadi kekurangan pasokan air bersih agar penanganan cepat dan terkoordinasi. Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah meminta camat meningkatkan pengawasan terhadap pembakaran sampah liar yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kemarau. Wilayah yang sering terjadi pembakaran liar seperti Sindang Jaya dan Rajeg perlu dimonitor. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait