Kekeringan Tekan Swiss, Permukaan Air Turun ke Rekor Terendah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekeringan di Swiss telah menekan permukaan air hingga rekor terendah di berbagai wilayah. Data dari Kantor Federal Lingkungan Hidup Swiss (FOEN) menunjukkan bahwa antara 1 April hingga 31 Juli, sekitar seperlima stasiun pemantauan mencatat tingkat air terendah sepanjang sejarah untuk periode tersebut. Secara spesifik, 11 stasiun mencatat rekor baru, dengan dampak paling mencolok terlihat di aliran air utara Pegunungan Alpen.
Kondisi serendah ini biasanya hanya terjadi sekali dalam dua hingga 10 tahun, namun di beberapa lokasi, hal itu bisa terjadi sekali dalam 30 hingga 100 tahun atau lebih jarang. Dampak kekeringan juga dirasakan di beberapa danau, termasuk Constance, Walen, Zurich, Zug, dan Maggiore, di mana permukaan air turun sangat rendah akibat gelombang panas dan kondisi kering.
Meski demikian, FOEN menegaskan bahwa Swiss masih memiliki sumber daya air yang melimpah. Namun, lembaga tersebut memperingatkan bahwa perubahan iklim akan mengubah pola ketersediaan air di masa depan, sehingga perlu diwaspadai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 04.56
Swis Dilanda Kekeringan Ekstrem, Warga Dilarang Cuci Mobil dan Siram Tanaman
Berita terkait
Sungai Eropa Kritis, Adakah yang Bisa Diselamatkan?
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 13.46
El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 13.55
2 Helikopter Tabrakan di Atas "Ladang Api", Petaka Datang Bertubi-tubi
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 05.07
China Digempur Cuaca Ekstrem, Xi Jinping Soroti Mitigasi Bencana
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00