El Nino Super Kembali Setelah 11 Tahun, Kekeringan Hebat Akan Melanda ASEAN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Super El Nino diprediksi memasuki fase sangat kuat mulai minggu kedua September 2026, yang merupakan kejadian keenam dalam 70 tahun terakhir. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober–Desember 2026 dengan intensitas setara musim kemarau 2015-2016. Dampaknya meliputi peningkatan suhu rata-rata 1–2,5°C, gelombang panas ekstrem, serta risiko kekeringan parah dan intrusi air asin, terutama di wilayah Tengah, Dataran Tinggi Tengah, dan Selatan Vietnam.
Kekurangan curah hujan diperkirakan mencapai 20–40% di sebagian besar wilayah hingga akhir 2026, yang berpotensi mengganggu pasokan air domestik, produksi, dan pembangkit listrik. Meskipun jumlah topan di Laut Cina Selatan diprediksi menurun, risiko curah hujan ekstrem dan banjir bandang tetap ada. Kondisi cuaca panas diperkirakan muncul lebih awal pada awal 2027 dan berpotensi melampaui rekor suhu historis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 10.30
Musim Hujan Mundur, Ini Prediksi BMKG Kapan Puncaknya di Wilayah RI
Detik.com · 23 September 2026 pukul 07.58
El Nino Bikin Musim Hujan Mundur ke Bulan Desember
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 20.30
Kekeringan, Sri Lanka Kirim 3 Biksu Terbang Berdoa Dekat Langit
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.15
BMKG Ungkap 1 Daerah yang Tidak Kena Hujan Terlama, sampai 131 Hari
Berita terkait
El Nino 2026 Berpotensi Jadi Terkuat, 2027 Bisa Pecah Rekor Panas
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 12.00
El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 13.55
Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan Nasional
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 13.16
BMKG: 25 Provinsi Tidak Hujan Lebih dari 60 Hari, Bantul Terlama
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.19