Kelima Kalinya, OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Global di 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026 untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Dalam laporan bulannya, OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun 2026 dari 580.000 barel per hari (bph) sebelumnya ke 380.000 bph. Langkah ini mencerminkan ketidakpastian pasar minyak global yang dipengaruhi oleh konflik geopolitik, penyusutan persediaan, dan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan melalui jalur pelayaran strategis.
Di sisi lain, Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menaikkan proyeksi harga minyak mentah Brent pada 2026. EIA memperkirakan harga rata-rata Brent tahun 2026 mencapai sekitar 91 dolar AS per barel, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 86,81 dolar AS per barel. Kenaikan ini didorong oleh gangguan pasokan dari Timur Tengah. EIA juga memproyeksikan harga Brent akan berada di sekitar 90 dolar AS per barel pada paruh kedua 2026, sebelum turun ke sekitar 74 dolar AS per barel pada 2027 saat produksi pulih dan persediaan mulai terisi kembali.
Perbedaan proyeksi antara OPEC dan EIA menunjukkan ketidakpastian yang masih tinggi dalam pasar minyak global, dengan faktor geopolitik dan gangguan pasokan menjadi penggerak utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.40
Harga Minyak Dunia Anteng di Atas US$100 Hari Ini, Rekor dalam 4 Bulan
Berita terkait
OPEC+ Menahan Produksi Minyak Oktober 2026
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.18
Harga Minyak Dunia Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 11.04
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis di Tengah Eskalasi AS-Iran, Cek Pemicu dan Proyeksi OPEC+
JawaPos · 3 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.46