Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia fluktuatif pada perdagangan Jumat (21/8) pagi, dipengaruhi oleh ancaman sanksi AS kepada Iran. Kontrak Brent naik 0,11 persen ke USD 93,31 per barel, sementara WTI turun 0,69 persen ke USD 86,27 per barel. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa AS akan memberlakukan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran untuk mengurangi kebutuhan operasi militer. Ancaman ini datang sehari setelah Presiden Donald Trump mengancam 'perang ekonomi' terhadap negara yang mendukung Iran. Kebijakan ini bertujuan memaksa akhir konflik yang telah berlangsung enam bulan dan menyebabkan jutaan barel minyak Timur Tengah tertahan. Iran menolak sanksi, menyebutnya sebagai 'terorisme ekonomi', dan mengklaim tidak akan mengganggu tekad rakyatnya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menuduh Trump mengalihkan perhatian dari masalah domestik AS seperti utang dan suku bunga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 18.28
AS Gunakan Strategi Anaconda untuk Lumpuhkan Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 09.51
AS Sesumbar Akan Runtuhkan Rezim Iran via Perang Ekonomi, Ajak Sekutu dan China Keroyokan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Naik ke US$87,16 usai AS Ancam Blokade Iran
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.05
Harga Minyak Dunia Turun Lagi ke US$87 usai AS Tunda Serang Iran
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 10.32
Harga Minyak Kembali Naik, Harapan Damai AS-Iran Memudar
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.08
Iran Balik Ancam AS: Perang Ekonomi Tak Akan Bikin Teheran Menyerah
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.10