Keluarga di Pandeglang Tinggal di Rumah Rusak, Ngungsi Tiap Angin Kencang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keluarga Kholid dan Yeni Farida di Kampung Caringin Lor, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, tinggal di rumah yang sudah rusak selama setahun dan harus mengungsi ke rumah tetangga setiap angin kencang karena takut rumah ambruk. Mereka tinggal di sana sejak sekitar lima tahun lalu, saat anak mereka berusia tiga tahun. Saat hujan, rumah bocor sehingga tidak bisa tidur.
Keduanya bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Anak Yeni harus menjalani pengobatan rutin berupa transfusi darah setiap bulan, sehingga biaya pengobatan sudah terasa berat dan tidak ada dana untuk memperbaiki rumah. Yeni berharap ada bantuan untuk pengobatan anaknya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Caringin, Fathur Rahman, mengatakan keluarga ini belum tercatat sebagai penerima PKH maupun BPNT karena berada di desil 5, meski sudah memiliki BPJS. Pemerintah desa akan mengusulkan mereka untuk mendapat bansos, namun sistem penerima bantuan sosial kini otomatis berdasarkan data dan kuota pemerintah sehingga desa tidak bisa menentukan langsung penerima. Perbaikan rumah juga terkendala status lahan.
Bagikan
Berita terkait
Irish Bella Hamil, Anak-Anak Sambut Bahagia
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 04.13
Taufan Pawe: IKD Harus Mempermudah, Bukan Menghambat Penerima Bansos
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.30
Daftar Program Bansos Ini Cair pada 2027, Anggarannya Rp549,9 T
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.00
Ratusan Rumah Terdampak Gempa NTT, BNPB Minta Warga Lapor Kerusakan
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.30