Keluarga di Pandeglang Tinggal di Rumah Rusak, Ngungsi Tiap Angin Kencang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keluarga Kholid dan Yeni Farida di Kampung Caringin Lor, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, tinggal di rumah yang sudah rusak selama setahun dan harus mengungsi ke rumah tetangga setiap angin kencang karena takut rumah ambruk. Mereka tinggal di sana sejak sekitar lima tahun lalu, saat anak mereka berusia tiga tahun. Saat hujan, rumah bocor sehingga tidak bisa tidur.
Keduanya bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Anak Yeni harus menjalani pengobatan rutin berupa transfusi darah setiap bulan, sehingga biaya pengobatan sudah terasa berat dan tidak ada dana untuk memperbaiki rumah. Yeni berharap ada bantuan untuk pengobatan anaknya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Caringin, Fathur Rahman, mengatakan keluarga ini belum tercatat sebagai penerima PKH maupun BPNT karena berada di desil 5, meski sudah memiliki BPJS. Pemerintah desa akan mengusulkan mereka untuk mendapat bansos, namun sistem penerima bantuan sosial kini otomatis berdasarkan data dan kuota pemerintah sehingga desa tidak bisa menentukan langsung penerima. Perbaikan rumah juga terkendala status lahan.
Bagikan
Berita terkait
'Australia Rugi Besar': Sisi Lain Aturan yang Melarang Mahasiswa Asing Membawa Keluarganya
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.38
Siswa SD Pemalang Meninggal Usai Dibully Kakak Kelas, Sempat Masuk RS
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.32
Mensos Ungkap Pentingnya Registrasi Ulang Bansos di Perlinsos Digital
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.05
BNPB Percepat Bantuan Rumah Rusak dan Huntara untuk Korban Gempa NTT
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 03.00