Keluarga ungkap kronologi Bambang tewas saat kericuhan di Pejompongan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bambang Setiyawan (59) meninggal dunia saat kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat. Jumat (27/8) sore, ia dan istri Sudarsi berjualan cermin hingga 16.30 WIB. Karena massa banyak, mereka tutup warung lebih awal dan pulang ke rumah. Anak Bambang mengantar warga sakit ke RS Pelni, kemudian kembali rumah 20.30-21.00 WIB. Massa terdorong masuk ke sekitar lokasi mereka. Bambang keluar rumah untuk menilai situasi, tidak kembali hingga larut. Pencarian dilakukan hingga 01.30 WIB. Sekitar 02.30-04.00 WIB, keluarga mendapatkan video dan informasi Bambang dibawa ke RS Polri. Dinyatakan meninggal di lokasi kejadian sebelum dibawa ke RS. Diakui oleh camat, lurah, dan Babinsa. Dibakukan di Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat pada Jumat (28/8).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 08.33
Masih ada Massa di Bawah Fly Over Pejompongan-Slipi, Lalin Berangsur Normal
Berita terkait
CCTV Pemprov DKI Dirusak Massa, Pramono Minta Pelaku Ditelusuri
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.39
Kericuhan di Pejompongan Makan Korban, Pedagang Cermin Tewas Usai Dikeroyok Orang Tak Dikenal
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 14.15
Walkot Jakpus Sempat Temui Massa di Pejompongan, Respons Info Warga Ditangkap
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 12.52
Bos BEI Ungkap Alasan Investor Tak Perlu Terlalu Khawatir dengan Aksi Massa
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 12.52