Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemajuan China Kini: Robot dan AI di Mana-Mana

CNBC Indonesia melaporkan kemajuan teknologi dan industri di China melalui kunjungan ke Beijing dan Shanghai selama 7 hari. Di Beijing, dilihat proyek Beijing Municipal Administrative Center yang seluas 100 km² untuk memindahkan pusat pemerintahan, dilengkapi stasiun kereta cepat, gedung pemerintahan, dan perpustakaan. Di pabrik Xiaomi, produksi mobil listrik mencapai 1.000 unit/hari dengan dominasi robot, dengan investasi R&D sebesar 105,5 miliar yuan (Rp284 triliun) sejak 2021 hingga 2025, dan omzet naik dari 100 miliar yuan (2017) ke 457,3 miliar yuan (2025). Xiaomi berencana menggelontorkan 200 miliar yuan untuk R&D hingga 2030 dan sedang menguji robot humanoid untuk produksi.

Di sektor lain, Universitas Agrikultur China mengembangkan budidaya perikanan digital yang meningkatkan produktivitas hingga 80-90%, dengan kapasitas dari 2 kg/m³ menjadi 70-80 kg/m³. Platform short drama DramaBox mencatat nilai pasar US$15 miliar pada 2025 (dari US$5 miliar 2023), dengan 700 juta pengguna aktif/bulan dan pangsa pasar 38%. Tencent mencatat omzet 751,8 miliar yuan pada 2025, didominasi oleh gaming (32%) dan fintech (31%), dengan 3 data center di Indonesia.

China juga mengembangkan pelatihan robot humanoid di Tashan dan proyek budidaya ikan solar di Pulau Chongming (100 MW). Model pemerintahan kuat dan perencanaan lima tahunan dianggap kunci pembangunan teknologi dan ekonomi China yang pesat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait