Kekeringan Gunungkidul, Warga Rongkop Jual Ternak Buat Beli Air
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga di Kemesu, Semugih, Rongkop, Gunungkidul, DIY terpaksa menjual hewan ternak seperti ayam dan kambing untuk membeli air bersih selama musim kemarau. Sebanyak 68 kepala keluarga (KK) di desa itu setiap tahun mengalami kekeringan. Pada 2026, kesulitan air sudah dirasakan sejak April-Mei. Warga tidak memiliki sumber air dan hanya mengandalkan penampungan air hujan serta PDAM yang mengalir seminggu sekali. Harga satu tangki air bersih dari Wonogiri mencapai Rp120.000, cukup untuk kebutuhan 1-2 pekan per KK. Sutopo (46), salah satu warga, sudah dua kali menjual ayam kampung seharga Rp40.000 per ekor untuk membeli air. Pola ini sudah menjadi tradisi tahunan karena rumput kering dan pakan ternak harus dibeli dari luar. Warga berharap pemerintah membantu mendeteksi sumber air dan membuat sumur bor agar tidak terus bergantung pada bantuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 11.54
Petani di Gunungkidul Jual Ayam hingga Hasil Panen Demi Beli Air
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 13.19
Hadapi Musim Kemarau, Legislator Gerindra Ungkap Upaya Antisipasi Kekeringan
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 09.00
9 Kecamatan Dilanda Kekeringan, BPBD Bekasi Distribusikan 2,78 Juta Liter Air Bersih
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 11.16
Kemarau, Warga di Gunungkidul Jalan 2 Km 5 Kali Sehari untuk Angkut Air
Berita terkait
Kekeringan di Gunungkidul, Polisi Pakai Water Cannon untuk Kirim Air Bersih
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.46
Botteng Utara Terdampak Kekeringan, 12.000 Liter Air Bersih Disalurkan
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 17.16
BPBD Cilacap Salurkan 1,4 Juta Liter Air Bersih untuk 28 Ribu Jiwa
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.29
Sekda Kabupaten Bekasi Sebut Sumur Satelit Solusi Atasi Kekeringan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.57