Kemenangan Anak Muda dan 'Partai Kecoak' yang Lengserkan Menteri India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan anak muda di India turun ke jalan sejak Juni 2024 untuk memprotes sistem pendidikan yang dianggap gagal, khususnya terkait kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran (National Eligibility Entrance Test). Kecaman bermula dari pernyataan Ketua Mahkamah Agung India yang menyebut pengangguran muda sebagai "kecoak". Seorang lulusan AS bernama Abhijeet Dipke kemudian membentuk "Cockroach Janta Party" (Partai Kecoak) sebagai sindiran terhadap partai berkuasa BJP. Partai virtual ini mengumpulkan lebih dari 22 juta pengikut di media sosial, melampaui jumlah pengikut BJP sendiri.
Protes berujung pada pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan, yang mengaku bertanggung jawab atas kebocoran soal ujian. Selama gelombang protes, terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan, dengan setidaknya 180 orang terluka. Amnesty International menyoroti tindakan represif terhadap demonstran damai, termasuk pemadaman layanan metro dan internet. Pemerintah India merespons dengan mengumumkan rancangan undang-undang yang meningkatkan hukuman bagi pelaku kebocoran soal ujian menjadi maksimal 10 tahun penjara. Pendiri Partai Kecoak menyebut pengunduran diri menteri sebagai "kemenangan" bagi perjuangan anak muda.
Bagikan
Berita terkait
Kemarahan Gen Z Jadi Tantangan Terbesar dan Terberat di Negara Ini
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 12.06
Terungkap! RI No.1 Pakai AI di Dunia Pendidikan
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 18.00
Lengkapi Fasilitas Pendidikan di PIK2, Sekolah Chevalier Mengonsep Belajar Lebih Dekat dengan Alam
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 15.32
Guru Olahraga SMP di Situbondo Terancam Dipecat usai Diduga Cabuli Siswi Yatim
kumparan · 27 September 2026 pukul 15.09