Kemendagri Dorong Bantul Bangun Ekosistem Inovasi Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312472/original/017538800_1785496835-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_6.00.50_PM.jpeg)
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mengajak Pemerintah Kabupaten Bantul memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemda, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam Penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 di Bantul, DIY, pada 31 Juli 2026.
Yusharto menekankan bahwa tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks membutuhkan sinergi lintas sektor agar hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Pemda dapat berperan sebagai pengguna hasil inovasi perguruan tinggi, sementara perguruan tinggi membutuhkan kemitraan dengan pemda agar penelitian benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai contoh implementasi, BSKDN berkolaborasi dengan Universitas Cenderawasih melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa KKN untuk menginisiasi inovasi di Kabupaten Kepulauan Yapen, denganbekal lebih dari 200 inovasi daerah dari berbagai wilayah Indonesia termasuk dari Bantul. Yusharto juga menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui laboratorium, ruang bereksperimen, dan kompetisi inovasi untuk menyiapkan generasi inovator masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Ricuh Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh, DPRA Konsultasi dengan Kemendagri
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 02.49
Kunjungi Manggarai Timur, Mendagri Pastikan Percepatan Pemulihan Pascagempa
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.15
Aceh Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.44
Pemerintah Aceh-DPRA Konsultasikan Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.16