Kemendikdasmen Revitalisasi 114 SLB, Akses Pendidikan Murid Difabel Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemendikdasmen melaksanakan revitalisasi 114 Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk memperkuat akses pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indonesia, yang diperkirakan lebih dari 160.000 anak. Program ini dilaksanakan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan, ditandai dengan penandatanganan MoU revitalisasi SLB tahun 2026 dan peresmian sekolah hasil revitalisasi tahun 2025. Peristiwa tersebut digelar di SLB Tunas Bakti, Kabupaten Bantul, DIY, pada Rabu (12/8/2026).
SLB Tunas Bakti, yang mengelola 83 murid dari empat kecamatan dengan 14 guru dan satu kepala sekolah, menjadi lokasi fokus revitalisasi. Sebelumnya, fasilitas sekolah mengalami kendala serius seperti atap ruang kelas bocor saat hujan, dinding kusam dan kotor, serta terbatasnya ruang praktikum keterampilan. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan keselamatan belajar para siswa berkebutuhan khusus.
PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan ditujukan untuk menyelesaikan persoalan krusial di lapangan, khususnya terkait fasilitas pendidikan khusus yang rusak atau terbatas. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan inklusif bagi seluruh anak berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 13.43
164 Ribu Murid Difabel Mendapat Akses Layanan Pendidikan
Berita terkait
Peresmian LSBA Bekasi, Fatma: Anak Disabilitas Punya Talenta Luar Biasa
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 19.56
Kemendikdasmen Catat 253 Sekolah Terdampak Gempa NTT, 3 Murid dan 1 Guru Tewas
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 14.32
Penampakan Gedung Sate yang Baru Direvitalisasi dengan Biaya Rp 15 M
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.36
Seratusan Siswa SLB Masuk Gedung Agung Yogyakarta, Rasakan Langsung Kemegahan Istana
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 20.37