Kemenkes Sayangkan Komentar Nirempati Nakes di Unggahan Yurizal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315764/original/018573500_1785893347-yurizal_ok2.jpg)
Kementerian Kesehatan menyesalkan komentar tidak empati dari tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS, Yurizal, di media sosial. Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, menyatakan komentar tersebut merendahkan pasien dan keluarganya, menekankan bahwa empati dan komunikasi yang baik adalah bagian dari profesionalisme medis. Ia mengarahkan laporan pelanggaran etik atau disiplin profesi ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di RSUD Sardjito Yogyakarta, yang mengeluh menunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar sebagai pasien BPJS. Alih-alih mendapat simpati, unggahannya dibanjiri komentar sinis dari akun-akun yang diduga tenaga kesehatan, termasuk @erudarahaadini, @bennychrstn (alumni Fakultas Kedokteran UI), @1amdika, dan @nandafadyla_. Setelah komentar-komentar tersebut menjadi viral, Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, dan kabar kematiannya diumumkan oleh sepupunya, Hilda Aprianti, pada 1 Agustus 2026. Kejadian ini memicu perdebatan tentang etika profesionalisme dan empati dalam layanan kesehatan di Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
5,4 Juta Pekerja Informal di Jabar Bakal Dapat Asuransi Ketenagakerjaan
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 15.05
BPJS Watch Minta Pemutakhiran Data Desil Dipercepat
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 14.46
Studi Ungkap Beban Ekonomi Dengue di Indonesia Hampir Rp9 Triliun, Pencegahan jadi Prioritas
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 13.29
Mendes PDT Dukung Perluasan Perlindungan bagi Pekerja Rentan di Desa
Detik.com · 16 September 2026 pukul 16.54