Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemenkes Sayangkan Komentar Nirempati Nakes di Unggahan Yurizal

Kementerian Kesehatan menyesalkan komentar tidak empati dari tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS, Yurizal, di media sosial. Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, menyatakan komentar tersebut merendahkan pasien dan keluarganya, menekankan bahwa empati dan komunikasi yang baik adalah bagian dari profesionalisme medis. Ia mengarahkan laporan pelanggaran etik atau disiplin profesi ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di RSUD Sardjito Yogyakarta, yang mengeluh menunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar sebagai pasien BPJS. Alih-alih mendapat simpati, unggahannya dibanjiri komentar sinis dari akun-akun yang diduga tenaga kesehatan, termasuk @erudarahaadini, @bennychrstn (alumni Fakultas Kedokteran UI), @1amdika, dan @nandafadyla_. Setelah komentar-komentar tersebut menjadi viral, Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, dan kabar kematiannya diumumkan oleh sepupunya, Hilda Aprianti, pada 1 Agustus 2026. Kejadian ini memicu perdebatan tentang etika profesionalisme dan empati dalam layanan kesehatan di Indonesia.

Berita terkait