Kemensos Bentuk Tim Khusus Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) sebagai tim ad hoc untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 61 titik rintisan. Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut mandat Menteri Sosial untuk mempercepat pembangunan sekolah yang belum terakomodasi dalam kuota 100 titik dari Kementerian Pekerjaan Umum akibat kendala administratif lahan. Menurut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, 61 titik Sekolah Rakyat rintisan ini menjadi prioritas mendesak karena telah beroperasi dengan fasilitas sementara yang kapasitasnya hanya bertahan maksimal satu tahun. Jika gedung permanen tidak selesai tahun ini, puluhan sekolah rintisan terancam ditutup karena tidak mampu menampung siswa baru. TP2SR akan menggelar Desk Evaluation pada 12 Agustus 2026 untuk mempertemukan 57 Pemerintah Daerah yang menaungi 61 Sekolah Rakyat tersebut, serta membangun sinergi dengan berbagai Kementerian/Lembaga terkait. Tugas tim meliputi pendampingan, pengendalian, dan pemantauan pembangunan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan. Herman Koswara ditunjuk sebagai Ketua TP2SR untuk mengoordinasikan penyelesaian persoalan di daerah hingga proses pembangunan dimulai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.41
Kemensos Bentuk TP2SR, Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 17.40
Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 15.03
Seskab Teddy: Anak Putus Sekolah Berani Mimpi Besar di Sekolah Rakyat
Berita terkait
Kemensos dan 66 Pemda Percepat Penyediaan Lahan Sekolah Rakyat
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.02
Kemensos Gandeng INABA Entaskan Kemiskinan Lewat Sekolah Rakyat
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.12
Sinergi Kemensos dan INABA Entaskan Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.40
Sumenep Siapkan Lahan 7,1 Hektare Jadi Lokasi Sekolah Rakyat Permanen
CNN Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 19.25