Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemerdekaan dan Paradoks Pembangunan

Menjelang perayaan ke-81 kemerdekaan Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan jumlah pengangguran menjadi 7,22 juta orang (4,65%) pada Mei 2026, dan jumlah penduduk miskin menyusut menjadi 22,93 juta orang (8,07%) pada Maret 2026. Penurunan ini merupakan yang terendah dalam lebih dari satu dekade, didorong pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,61%, peningkatan konsumsi rumah tangga, tambahan sekitar 1,9 juta lapangan kerja, dan penyaluran bantuan sosial. Kualitas kemiskinan juga membaik dengan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan yang turun.

Namun, data BPS menunjukkan rasio gini naik menjadi 0,368 pada Maret 2026, mengindikasikan peningkatan ketimpangan distribusi pengeluaran. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan data berbeda, di mana persentase penduduk miskin naik dari 46,1% pada 2017 menjadi 49,5% pada 2024, kelas menengah turun dari 22,1% menjadi 17,4%, dan kekayaan 10 keluarga terkaya meningkat 153%. Lebih dari 240 juta penduduk Indonesia masih termasuk kategori belum sejahtera.

Artikel ini menekankan paradoks pembangunan: meskipun ada kemajuan ekonomi, ketimpangan sosial masih menganga. Perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk introspeksi dan mewujudkan keadilan sosial sesuai sila kelima Pancasila, agar negara benar-benar hadir melindungi yang lemah dan meratakan pembangunan bagi seluruh rakyat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait