Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata, Rasio Gini Indonesia Naik Jadi 0,368
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun dari 8,47 persen pada Maret 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Namun, penurunan ini dibarengi dengan peningkatan ketimpangan pendapatan, di mana rasio Gini naik dari 0,36 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026.
Kenaikan ketimpangan tertinggi terjadi di wilayah perkotaan, meningkat dari 0,383 menjadi 0,387. Dosen FEB UGM, Wisnu Nugroho, menilai manfaat pertumbuhan ekonomi sebesar 5-6 persen belum terdistribusi merata. Hal ini dipicu oleh akses program pemerintah yang cenderung terkonsentrasi pada kelompok bermodal dan berjejaring, serta masalah kualitas lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 September 2026 pukul 15.32
Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 23.25
BPS Pertimbangkan Pakai Data Pajak untuk Ukur Pendapatan Penerima Bansos
kumparan · 11 September 2026 pukul 22.00
Kemensos: Pemutakhiran DTSEN Bagian dari Penyempurnaan Penentuan Desil
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 21.56
BPS Ungkap Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan Mengkalkulasi Lebih dari 40 Variabel
Berita terkait
BPS Catat Masih Ada Jurang Si Kaya dan Miskin di RI, Begini Datanya
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.53
64,2% Penduduk Indonesia Disebut Miskin, BPS Jelaskan Kenapa Angkanya Beda Jauh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 06.42
Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia: BPS Tegaskan Beda Standar Pengukuran
VOI · 2 September 2026 pukul 22.00
Kemerdekaan dan Paradoks Pembangunan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 06.35