Kenapa Militer Israel Makin Bercokol di Suriah?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, militer Israel memperluas kehadirannya di wilayah Suriah selatan, khususnya di Dataran Tinggi Golan yang diduduki sejak 1967. Sejak saat itu, Israel telah membangun 10 pangkalan militer di zona demiliterisasi yang sebelumnya diawasi oleh PBB (UNDOF), dan melakukan serangan rutin ke Provinsi Daraa dan Quneitra. Operasi ini melibatkan patroli lapis baja, pemeriksaan sementara, hingga penggeledah data biometrik terhadap warga sipil Suriah. Menurut laporan Sijil Center, antara 25 Agustus hingga 31 Desember 2025 tercatat 818 insiden serangan, dengan rata-rata 45 kasus per minggu. Sejak Desember 2024, sekitar 200 warga Suriah ditangkap oleh pasukan Israel, dan diperkirakan 40 hingga 50 orang masih ditahan di penjara Israel, termasuk seorang remaja bernama Saddam yang ditangkap saat memberi makan hewan di lahan pertanian dekat perbatasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 15.39
Kehadiran Militer Turki di Suriah Bikin Gerah Netanyahu
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 21.33
Iran Ancam Serang Target Militer AS di Eropa jika Perang Memanas
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.32
Israel Klaim sudah Peringatkan Turki sebelum Serang Pangkalan Militer Suriah
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 08.05
Bos Mossad Diam-Diam Hubungi Negara Arab Ini, Tiba-Tiba Bidik Turki
Berita terkait
Israel Tuduh Erdogan Seret Turki ke 'Petualangan Berbahaya' di Suriah
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.46
Warga Palestina Ungkap Kekejaman Penjajah Israel di Tepi Barat: Jangan Keluar, Nanti Kamu Dibunuh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 08.28
Israel Akhirnya Akui Tentaranya Tembaki Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.10
Iran Pertimbangkan Serang Aset Militer AS di Eropa Jika Trump Picu Eskalasi
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.39