Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Media Israel "Semprot" Netanyahu, Terancam Perang dengan Anggota NATO

Keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melancarkan serangan terhadap target di Suriah mendapat kritik tajam dari media Israel Haaretz. Dalam editorialnya, Haaretz memperingatkan bahwa eskalasi di Suriah berisiko menyeret Israel ke dalam konflik yang tidak perlu dengan Turki. Serangan tersebut dilakukan pada Selasa (26/8/2026) ketika pesawat Israel menyerang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, dengan delapan serangan yang menyebabkan kerusakan pada infrastruktur pangkalan udara. Namun, sumber di Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi bahwa tidak ada misi militer Turki di pangkalan tersebut, membantah klaim Israel bahwa operasi ini ditujukan untuk menghentikan perluasan kehadiran militer Turki. Ankara dan Washington juga menuduh Netanyahu bertindak karena pertimbangan politik terkait pemilu yang akan datang.

Duta Besar AS untuk Turki, Thomas Barrack, memperingatkan bahwa serangan Israel dapat meningkat menjadi konfrontasi militer langsung antara Israel dan Turki. Ia menegaskan bahwa Turki tidak memiliki niat untuk menyerang Israel, namun memperingatkan bahwa Israel mungkin bertindak secara irasional karena sedang memasuki periode pemilu. Haaretz menilai serangan ini bertentangan dengan upaya kekuatan internasional untuk menstabilkan Suriah, dan justru menjauhkan Israel dari aliansi yang sedang terbentuk di kawasan.

Suriah juga menyampaikan keberatannya melalui jalur diplomatik internasional dengan mengirimkan dua surat identik kepada PBB dan Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, Suriah menyatakan bahwa serangan Israel yang terus berlangsung menghambat upaya stabilisasi dan mengancam kawasan dengan ketegangan lebih lanjut. Israel telah memperluas serangannya di berbagai wilayah Suriah sejak rezim Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait