Kepatuhan SPPG Memiliki Sertifikasi Halal Masih Rendah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tingkat kepatuhan SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap sertifikat halal masih rendah secara nasional, termasuk di Bangka Belitung. Direktur LPPOM Muti Arintawati menyatakan SPPG yang menyelenggarakan layanan makanan wajib memiliki sertifikat halal menurut Jaminan Produk Halal dan ketentuan BGN. Semua pengelola SPPG harus mengurus sertifikasi halal paling lambat 17 Oktober 2026, dengan sanksi penutupan hingga pidana bagi yang tidak patuh. LPPOM Babel meluncurkan Halal Service Point di Bangka Belitung untuk mempercepat proses sertifikasi. Saat ini, hanya sekitar 30% dari lebih dari 100 ribu pelaku UMKM makanan dan minuman di Babel yang sudah bersertifikat halal. Kepala BGN mengumumkan penutupan sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 15.25
SPPG Sukorejo 2 Blora Terancam Ditutup, Begini Masalahnya
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 13.08
Cegah Keracunan MBG Terulang, Pemkab Sidoarjo Bentuk Satgas Pengawasan SPPG
Detik.com · 8 September 2026 pukul 21.18
Purbaya Terjunkan Anak Buah Awasi Ketat Dapur MBG
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.35
Purbaya Awasi Langsung SPPG, Tak Benahi MBG Anggaran Bakal Dipangkas
Berita terkait
316 SPPG Tangerang Setop Penyaluran MBG Selama Dua Hari PJJ
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.42
Keracunan Massal MBG dari SPPG Pakisrejo, Hasil Lab Temukan Kontaminasi Bakteri
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 06.31
KSP: Kelalaian Pengelola SPPG Bisa Dipidana
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.13
Kadung Pesan Bahan Baku, 316 SPPG di Tangerang Bagikan MBG ke Warga
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.15