Keracunan Massal MBG dari SPPG Pakisrejo, Hasil Lab Temukan Kontaminasi Bakteri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim pengawas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung memperkuat pengawasan setelah hasil uji laboratorium mengungkapkan kontaminasi bakteri pada sejumlah sampel makanan dari SPPG Pakisrejo yang menyebabkan keracunan massal. Bakteri tersebut diketahui dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada penerima manfaat. Namun, pihak yang bersangkutan belum merinci jenis bakteri yang ditemukan karena kewenangan penjelasan teknis diserahkan kepada tim medis dan laboratorium. Menurut Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni, keberadaan bakteri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan. Untuk mengidentifikasi faktor risiko, Satgas MBG bersama tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) melakukan evaluasi lanjutan terhadap operasional dapur SPPG Pakisrejo. Hasil inspeksi ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan guna memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan mencegah kejadian serupa tidak terulang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.13
KSP: Kelalaian Pengelola SPPG Bisa Dipidana
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 10.18
Keracunan di Mana-mana, tapi MBG Terpilih Jadi Program Paling Bermanfaat
Detik.com · 6 September 2026 pukul 07.34
Temuan Keracunan MBG Diproses Hukum, Legislator Dorong Investigasi Tiap Kejadian
Detik.com · 7 September 2026 pukul 18.47
Waka Komisi IX Minta BGN Lakukan Perubahan Besar Program MBG
Berita terkait
Zulkifli Hasan Soroti Keterlambatan Distribusi MBG, SPPG yang Lalai Akan Diganti
VOI · 5 September 2026 pukul 15.00
Keracunan MBG Kembali Merebak, Dapur Berbasis Sekolah Mulai Dipertimbangkan Lagi
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 22.23
Kalau MBG Diganti ke Dapur Sekolah, Bagaimana Nasib SPPG yang Sudah Terlanjur Keluar Duit Banyak?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 20.50
Keracunan MBG Tembus 50 Ribu Korban, DPR Desak BGN Ubah Sistem Dapur Jadi...
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 16.35