Kerugian Akibat Kejahatan Siber Tembus Rp9,5 Triliun, Ini Pentingnya Menjaga KeamananAset Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kejahatan siber di Indonesia menimbulkan kerugian masyarakat yang mencapai Rp9,5 triliun hingga April 2026, berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan Satgas PASTI yang dikutip Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ancaman siber semakin beragam, meliputi phishing, penyalahgunaan OTP, spam, hingga penggunaan identitas palsu. Isu keamanan ini menyentuh seluruh sektor, termasuk keuangan digital dan aset kripto.
Chief Compliance Officer Upbit Indonesia, Andi Novi Wulandari, menekankan pentingnya perlindungan identitas digital seiring berkembangnya aset digital. Informasi seperti password, kode OTP, dan data pribadi harus dijaga ketat. Menyerahkan akses akun kepada pihak lain, seperti menjual atau meminjamkan, berisiko membuat pengguna terlibat aktivitas ilegal tanpa disadari.
Upbit Indonesia mendorong pengguna untuk tidak hanya mengandalkan sistem keamanan platform, tetapi juga proaktif menjaga kredensial pribadi. Langkah-langkah keamanan dasar seperti tidak terburu-bnya mengklik tautan mencurigakan dan memverifikasi sumber informasi perlu diterapkan. Edukasi keamanan digital menjadi prioritas guna mendukung ekososistem aset digital yang sehat dan penggunaan ruang digital yang aman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 16.34
Upbit Indonesia Bagikan Langkah Aman Melindungi Akun Aset Digital
Berita terkait
Ada Demo di DPR, Menkomdigi Meutya Ingatkan Bahaya Provokasi dan Hoaks di Ruang Digital
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 14.31
Uang di Rekening Auto Ludes, Kenali Modus Tersembunyi Maling M-Banking
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 12.20
Waspada! Jangan Telepon Balik Jika Dapat Miscall dari Nomor Ini
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 09.45
Modus Baru Maling M-Banking Makin Ngeri, Rekening Ludes Seketika
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.00