Modus Baru Maling M-Banking Makin Ngeri, Rekening Ludes Seketika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kejahatan siber menyasar aplikasi mobile banking (m-Banking) dan dapat menguras seluruh saldo rekening jika nasabah lengah. Modus penipuan meliputi pencurian data pribadi hingga phishing. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan nasabah tidak pernah membagikan kode akses atau PIN, mencatat kode di tempat mudah dilihat, serta memeriksa detail transaksi dan notifikasi secara teliti. Nasabah juga disarankan menghindari transaksi di jaringan publik seperti WiFi gratis atau warnet, selalu logout setelah transaksi, dan melakukan factory reset saat mengganti ponsel. Jika SIM card hilang atau dicuri, segera lapor ke call center bank. Waspadai aplikasi berisiko atau malware yang bisa mencuri data pribadi. Segera ganti PIN jika mencurigukan dan laporkan transaksi mencurigakan ke bank.
Bagikan
Berita terkait
Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.45
Serangan Siber Tembus 1,52 Miliar Kali, Penipuan Digital Capai Rp 7,5 Triliun
JawaPos · 8 Agustus 2026 pukul 02.47
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.250 Triliun, yang Akses Cuma 13%
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.34
Catat Pertumbuhan Signifikan, Bank Mega Syariah Sebut Tren Positif Pembiayaan Konsumer Berlanjut
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.29