Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kerugian Bencana Gempa di NTT Diperkirakan Capai Rp2,2 Triliun

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkirakan total kerugian akibat bencana gempa bumi di delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp2,2 triliun. Perkiraan ini didasarkan pada kajian Damage and Loss Assessment (DALA) yang menggunakan data hingga lima hari setelah gempa terjadi. Kerusakan terbesar berasal dari sektor perumahan sebesar Rp1,42 triliun dengan 19.317 unit rumah rusak, diikuti kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur sebesar Rp275,1 miliar, kerugian akibat hilangnya aktivitas ekonomi sebesar Rp334,1 miliar, dan biaya tambahan sebesar Rp191,7 miliar.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa kajian ini mengidentifikasi kesenjangan kebutuhan pemulihan sebesar Rp366 miliar hingga Rp593 miliar, terutama untuk pembangunan kembali rumah warga. Wilayah Kabupaten Manggarai Timur menjadi prioritas karena menyumbang 54 persen dari total kerugian mustahik dan 38,7 persen kerusakan rumah, meskipun hanya memiliki pangsa PDRB 9,6 persen dan tingkat kemiskinan 23,5 persen.

Baznas menekankan perannya sebagai pelengkap upaya pemerintah, menggunakan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk mendukung masyarakat yang belum terjangkau oleh skema pemerintah. Sejak awal tanggap darurat, Baznas telah menerjunkan personel Baznas Tanggap Bencana (BTB), Rumah Sehat Baznas (RSB), serta mendirikan dapur umum, dapur air, dan posko pengungsian untuk membantu penanganan bencana.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait