Kesaktian Pancasila di Era Digital: Benteng Hadapi Radikalisme dan Politik Identitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah ancaman ideologi transnasional dan politik identitas yang membelah, Pancasila kembali diakui sebagai ideologi yang menyatukan bangsa Indonesia. Dr. Amir Mahmud, M.Ag, pengamat radikalisme dan terorisme, menegaskan bahwa kesaktian Pancasila teruji ketika menghadapi ekstremisme dan politik identitas. Pancasila berperan sebagai jembatan perbedaan, mengakomodasi beragam suku, ras, dan agama dari Sabang hingga Merauke. Menurutnya, masyarakat majemuk seperti Indonesia tidak cukup hanya dengan semangat toleransi semu, tetapi membutuhkan nilai bersama yang kuat agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik. Dengan demikian, Pancasila tidak lagi menjadi sekadar jargon upacara, melainkan perekat hidup yang menjaga persatuan bangsa tetap utuh di era digital.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.00
Pengamat Radikalisme Dorong Penguatan Pancasila untuk Cegah Ideologi Ekstrem
Berita terkait
Hari Kesaktian Pancasila, Kemensos Tekankan Pengamalan Nilai Pancasila
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.08
Merawat Denyut Nadi Ibu Pertiwi: Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 05.27
Romy Soekarno Sebut Penguatan Ideologi Pancasila Harus Jadi Living Values, Bukan Sekadar Seremonial
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 15.28
Ketua MPR Ahmad Muzani: Pancasila Merupakan Titik Temu Terbesar Bangsa
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.09