Pengamat Radikalisme Dorong Penguatan Pancasila untuk Cegah Ideologi Ekstrem
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat radikalisme dan terorisme Amir Mahmud menekankan pentingnya penguatan Pancasila untuk mencegah penyebaran ideologi ekstrem dan politik pecah belah di ruang digital. Menurutnya, Pancasila berperan sebagai ideologi yang dapat mengakomodasi keanekaragaman suku, ras, dan agama di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pendidikan, literasi, dialog kebangsaan, dan ketahanan sosial menjadi kunci utama dalam penguatan nilai Pancasila di masyarakat. Dengan nilai bersama ini, diharapkan masyarakat yang majemak dapat mengelola perbedaan tanpa menimbulkan segregasi, intoleransi, atau konflik terbuka. Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan adalah kenyataan sosial yang harus dikelola melalui kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Isu ini semakin relevan mengingat penyebaran ideologi ekstrem yang semakin mudah melalui media sosial dengan narasi kebencian, intoleransi, dan ajakan kekerasan yang disampaikan menggunakan bahasa agama atau nasionalisme. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif melalui edukasi dan literasi kritis diperlukan untuk menghadapi ancaman ini secara efektif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 17.43
Kesaktian Pancasila di Era Digital: Benteng Hadapi Radikalisme dan Politik Identitas
Berita terkait
MPR dan Kemendikdasmen Akan Perkuat Karakter Pancasila di Sekolah
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.37
Prabowo: Jangan Percaya Semua di Medsos, Mereka Ingin Kita Lemah
Detik.com · 19 September 2026 pukul 12.58
BNPT: 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Medsos
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 12.55
9 Anak Sekolah di Sleman Terpapar Radikalisme dan Konten Kekerasan Ekstrem
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.05