Kesalahpahaman Saudi dan AS Picu Serangan Houthi Tak Bisa Dibendung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan Houthi di Yaman pada Mei 2019 tidak dapat dibendung karena kesalahpahaman antara Arab Saudi dan Amerika Serikat. Profesor William Lawrence menyatakan Saudi mengira AS akan mempertahankan kota Mocha, sementara AS mengira Saudi yang akan melakukannya. Ketika Trump menolak bantuan dari Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Saudi terlambat bereaksi. Struktur komando baru koalisi anti-Houthi juga tampak kacau saat Houthi menyerang dengan cepat menuju Bab al-Mandab.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 September 2026 pukul 11.27
Yaman Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Detik.com · 19 September 2026 pukul 10.59
Riyadh Diancam Drone, Saudi Luncurkan 26 Serangan ke Markas Houthi di Yaman
kumparan · 20 September 2026 pukul 03.00
Dalam Hitungan Jam, Pertempuran Pasukan Yaman Melawan Houthi Tewaskan 48 Orang
Detik.com · 19 September 2026 pukul 08.11
Ledakan Terdengar di Riyadh, Otoritas Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
Berita terkait
4 Alasan AS Tak Akan Terlibat Langsung dalam Perang Saudi dan Houthi
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.30
Pangeran Mohammed bin Salman Minta Bantuan AS untuk Serang Houthi, tapi Amerika Menolak
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 07.37
Pecahan Peluru Drone Houthi Tewaskan 1 Orang di Taif, Saudi
kumparan · 17 September 2026 pukul 23.40
Arab Saudi Cegat Drone di Taif, 1 Orang Tewas dan 2 Lainnya Terluka
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 22.24