Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Ledakan Terdengar di Riyadh, Otoritas Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara

Sebuah ledakan terdengar di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada hari Sabtu (19 September 2026), tak lama setelah otoritas negara tersebut mengeluarkan peringatan serangan udara kepada warganya. Peringatan ini dikeluarkan menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi pro-Iran di Yaman. Ini adalah pertama kalinya sejak konflik Yaman memanas kembali pada Juli 2026, ibu kota Arab Saudi terdampak secara langsung. Kelompok Houthi menyatakan bahwa Arab Saudi telah melakukan 26 serangan ke wilayah yang dikuasai mereka dalam 24 jam terakhir, dan menyebutkan bahwa jumlah serangan selama seminggu terakhir mencapai 300 kali. Konflik ini dimulai pada 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, dan sempat mereda sejak 2022, namun kembali memanas pada Juli 2026. Sejak 2015, Arab Saudi memimpin koalisi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasionalnya, yang telah memperluas eskalasi perang dan memicu krisis kemanusiaan terburuk di negara tersebut. Bulan ini, Houthi berhasil menguasai sebagian besar pesisir Laut Merah Yaman, memberi mereka kendali atas Selat Bab al-Mandab, jalur vital yang sering digunakan Arab Saudi untuk mengekspor minyak. PBB melaporkan bahwa perlawanan yang kembali terjadi telah memaksa lebih dari 112.000 orang untuk mengungsi, sementara hampir 3.000 orang lainnya melarikan diri menyeberangi laut menuju Djibouti. Pada 2025, PBB memperingatkan bahwa 17 juta warga Yaman kesulitan mendapatkan makanan, dan satu juta orang terancam kelaparan ekstrem.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait