Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kesiapsiagaan Nasional Diperkuat, TNI Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Pemerintah dan aparatur keamanan, termasuk Pangkogabwilhan II, melakukan respons cepat terhadap gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II Marsekal Madya TNI Muzafar memimpin koordinasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau situasi, mendata dampak, dan memetakan wilayah prioritas. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, rombongan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, untuk meninjau langsung penanganan bencana di wilayah Nagekeo, Flores, NTT. Kedatangan ini bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga dan memastikan dukungan negara hadir di tengah masyarakat terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan II bersama Pangdam IX/Udayana menyambut Menteri Pertahanan dan Kapolri. Salah satu agenda utama adalah pemeriksaan Posko Bantuan Bencana di Kodim 1630/Manggarai Barat untuk memastikan kesiapan personel, logistik, komunikasi, data korban, dan distribusi bantuan. Pangkogabwilhan II memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga, dengan prioritas pada wilayah paling membutuhkan.

Untuk mendukung operasi, TNI AU mengirimkan tim tenaga kesehatan dan bantuan medis dari Lanud Halim Perdanakusuma. BNPB bersama TNI juga mengerahkan pesawat Hercules dan KRI untuk mengirimkan lebih dari 100 ton bantuan logistik. TNI menyiagakan 89 unit kendaraan dan 21 tenda lapangan. Dukungan fokus pada tiga wilayah paling terdampak: Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, berbagai pihak seperti Partai Demokrat, Gus Miftah, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyalurkan bantuan material dan logistik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait