Keterlambatan Pembangunan Tol Menghambat Visi Misi Mencapai Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembangunan jalan tol dianggap strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sekadar infrastruktur fisik. Menurut pengamat kebijaman publik Agus Pambagio, jalan tol yang baik dan andal meningkatkan mobilitas, menurunkan biaya logistik, dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Keterlambatan dalam pembangunan jalan tol berpotensi menunda manfaat ekonomi yang seharusnya dirasakan masyarakat dan dunia usaha.
Dalam konteks target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen, keberlanjutan pembangunan infrastruktur menjadi faktor kritis. Jalan tol yang memadai membuka akses ke pusat pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Namun, konektivitas yang baik perlu didukung oleh kolaborasi semua pemangku kepentingan agar infrastruktur tidak hanya dibangun tetapi juga beroperasi dan dipelihara secara berkelanjutan.
Pemerintah, badan usaha, investor, dan lembaga pembiayaan perlu berkoordinasi untuk memastikan pembangunan jalan tol memberikan manfaat maksimal bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 09.05
Pembangunan Jalan Tol Terlambat, Pengamat: Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.20
Peregrine dan Sinar Primera Ekspansi Cold Storage di Indonesia, Bidik Kapasitas 35.000 Meter Persegi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Luhut Ungkap Fakta Pahit! Sebut Era AI Bikin Upah Buruh Murah Tak Lagi Laku Jadi Magnet Investasi
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 18.25
Peregrine dan Sinar Primera Kembangkan Infrastruktur Cold Storage di Indonesia
Berita terkait
Video: Kebut Investasi Kaltim, KEK MBTK Perkuat Infra dan Konektivitas
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.50
Peregrine & Sinar Primera Kembangkan Infrastruktur Cold Storage di Indonesia
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 21.21
DPR Panggil BI, Purbaya, OJK hingga Danantara, Soroti Investasi Rp1.200 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 14.39
GREAT Institute Pertahankan Proyeksi Ekonomi 2026 hingga 5,6%, Investasi Jadi Kunci Semester II
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 21.00