Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Bandar Melawan Negara

Operasi gabungan BNN dan Polda Metro Jaya pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berujung perlawanan terbuka dari warga yang diduga mendukung jaringan narkoba. Batu dan mercon ditembakkan, seorang anggota polisi terluka, dan seorang bandar narkoba bernama MR alias Bos Gendut berhasil ditangkap. Peristiwa serupa terjadi di Katingan, Kalimantan Tengah, pada awal Juli 2026, ketika tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan tewas dalam operasi pemberantasan narkoba. Sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga lainnya masih berada di daftar pencarian orang (DPO). Kedua kasus ini mengungkapkan bahwa jaringan narkoba tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga memiliki dukungan sosial yang luas di komunitasnya.

Jaringan narkoba di kawasan rawan seperti Kampung Bahari dan Katingan telah berkembang menjadi struktur sosial yang kompleks, dengan bandar sebagai 'patron kriminal' yang memberikan ekonomi, perlindungan, dan kekuasaan kepada kliennya. Melalui hubungan patron-klien, bandar mendapatkan loyalitas, informasi, dan dukungan dari warga yang bergantung pada mereka secara ekonomi. Akibatnya, penangkapan bandar tidak selalu dilihat sebagai penegakan hukum, tetapi sebagai ancaman terhadap sumber hidup dan kekuasaan yang telah mapan.

Penulis menekankan bahwa pemberantasan narkoba harus beralih dari pendekatan yang hanya fokus pada penangkapan individu, ke strategi yang lebih komprehensif. Lima langkah kunci diusulkan: operasi berbasis jaringan untuk menggangkut seluruh ekosistem narkoba, pemetaan patron-klien untuk membedakan korban dan pelaku, penyediaan perlindungan sosial alternatif, pemberdayaan collective efficacy masyarakat, dan pengukuran keberhasilan berdasarkan perubahan kawasan, bukan sekadar jumlah tersangka yang ditangkap. Tujuannya adalah merebut kembali ruang sosial, ekonomi, dan perlindungan yang telah dikuasai jaringan narkoba agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bandar untuk bertahan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait