Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kisah Pemuda Pendosa yang Mendapat Kemuliaan karena Merayakan Maulid Nabi SAW

Maulid Nabi diperingati sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, yang dapat menjadi momentum mengambil hikmah. Dalam kitab I‘anatut Thalibin, diceritakan seorang pemuda di Bashrah pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid yang dikenal sebagai pendosa, namun memiliki kecintaan mendalam kepada Rasulullah. Setiap Rabiul Awal, ia selalu merayakan Maulid dengan pakaian terbaik, wewangian, jamuan, dan membaca kisah kelahiran Nabi. Meski tidak diterima masyarakat karena perilakunya, pemuda ini meninggal dalam keadaan sepi. Namun, ketika ajal menjemput, suara penghiburan menyebut: "Wahai penduduk Bashrah, hadirilah jenazah seorang kekasih Allah." Kisah ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dapat menyelamatkan meski dalam keadaan dunia yang buruk.

Berita terkait