Kisah Pemuda Pendosa yang Mendapat Kemuliaan karena Merayakan Maulid Nabi SAW
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Maulid Nabi diperingati sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, yang dapat menjadi momentum mengambil hikmah. Dalam kitab I‘anatut Thalibin, diceritakan seorang pemuda di Bashrah pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid yang dikenal sebagai pendosa, namun memiliki kecintaan mendalam kepada Rasulullah. Setiap Rabiul Awal, ia selalu merayakan Maulid dengan pakaian terbaik, wewangian, jamuan, dan membaca kisah kelahiran Nabi. Meski tidak diterima masyarakat karena perilakunya, pemuda ini meninggal dalam keadaan sepi. Namun, ketika ajal menjemput, suara penghiburan menyebut: "Wahai penduduk Bashrah, hadirilah jenazah seorang kekasih Allah." Kisah ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dapat menyelamatkan meski dalam keadaan dunia yang buruk.
Bagikan
Berita terkait
7 Ayat Al Quran yang Menyebut tentang Maulid Nabi, Apa Saja?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Bolehkah Maulid Nabi SAW Dirayakan? Begini Hukumnya Menurut Ulama
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 10.48
Maulid Nabi 2026: Sejarah, Dalil, dan Hukum Memperingatinya dalam Islam
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 05.15
25 Agustus 2026 Libur Apa? Cek Info Tanggal Merah
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.00