Kisah Penyintas Terorisme yang Bangkit usai Berdamai dengan Masa Lalu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tony Soemarno, penyintas Bom Hotel J.W. Marriott 2003, dalam talkshow "Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit" di Jakarta pada 21 Agustus 2026, menceritakan perjalanan pemulihan fisik dan psikologis pasca-tragedi terorisme. Ia menekankan bahwa proses berdamai dengan masa lalu membutuhkan waktu, pendampingan, serta dukungan dari negara dan masyarakat. Tony berhasil menemukan makna kehidupan baru melalui penyadaran bahwa pelaku teror adalah manusia yang dapat berbuat salah, sehingga memilih memaafkan demi kehidupan yang damai. Pemerintah juga memperkuat perlindungan hak penyintas terorisme, termasuk memberi bantuan kepada 34 korban terorisme terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.05
Cerita Penyintas Terorisme Mengubah Luka Masa Lalu Menjadi Kekuatan
Berita terkait
Pemerintah Perkuat Perlindungan Penyintas, 34 Korban Terorisme Terima Bantuan
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 11.06
Riwayat Sade: Kampung Adat Berusia 500 Tahun di NTB yang Habis Terbakar
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 15.46
Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 10.10
Desa Adat Sade Kebakaran, Gubernur NTB Pastikan Kebutuhan Korban Terpenuhi
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 10.04