Kisah Pilu Warga Sipil Terjebak Konflik Houthi vs Pasukan Pemerintah Yaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BBC melaporkan kondisi garis depan pertempuran antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan milisi Houthi di sekitar kota Taiz, yang menjadi medan sengita intensif. Warga sipil seperti Ali memilih bertahan di rumah meski terjajah hujan mortir, sementara sejumlah keluarga dipaksa mengungsi akibat eskalasi serangan. Pada September, Houthi berhasil menguasai pelabuhan strategis Mokha di Laut Merah, memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global. Koalisi internasional yang dipimpin Arab Saudi mendukung pasukan pemerintah dengan senjata dan serangan udara, sementara Houthi diduga didukung Iran dengan senjata dan dukungan militer. PBB mencatat lebih dari 130.000 orang terpaksa mengungsi di Yaman sejak awal September, menambah jumlah korban pengungsi akibat perang saudara yang telah menghancurkan negara selama bertahun-tahun. Di rumah sakit Taiz, luka-luka akibat tembakan dan ledakan, termasuk pada anak-anak seperti Ghana (12 tahun), mengamputuhkan seluruh tempat tidur ICU. Di kamp pengungsi, ribuan warga bergelumbang keadaan kehidupan yang keras, sementara laporan perekrutan anak oleh Houthi masih belum berhenti meski janji dengan PBB.
Bagikan
Berita terkait
Sulit Putar Balik, Kurs Rupiah Sore Ini Masih Melemah 35 Poin
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 18.03
Houthi Makin Perkasa, Koalisi Pimpinan Arab Saudi Harus Ubah Strategi
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 17.25
Nilai Tukar Rupiah Melemah Lagi, Konflik Yaman Jadi Sorotan
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 17.20
Koalisi Saudi Tepis Klaim Houthi soal Serangan ke Riyadh: Menyesatkan
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 17.49